Judul: Sunyi yang Menjaga
Verse 1
Di ujung hari yang letih berjalan
Langkahku singgah pada keraguan
Langit memanggil dengan pertanyaan
Tentang arah yang tak selalu ditemukan
Ada luka yang tak ingin bersuara
Ada harap yang diam-diam rapuh
Namun di sela retak yang sederhana
Masih ada tenang yang menumbuhkan utuh
Verse 2
Waktu menulis kisah di dada
Dengan tinta resah dan ragu
Terkadang dunia terasa terlalu nyata
Untuk hati yang hanya ingin teduh
Kata-kata jatuh seperti hujan
Membasahi pikiran yang rawan
Namun di balik riuh kehidupan
Ada diam yang menjaga kewarasan
Chorus
Biarkan sunyi memeluk jiwaku
Saat dunia terlalu gaduh
Karena yang paling kuat sering tersembunyi
Dalam hati yang memilih teduh
Kewarasan bukan tentang tak terluka
Bukan pula tentang tak berduka
Ia hanya cahaya kecil yang setia
Menjaga manusia tetap manusia
Bridge
Jika malam datang membawa tanya
Dan langkahku goyah oleh dunia
Aku akan berhenti sejenak saja
Mendengar napas dalam dada
Sebab kadang yang menyelamatkan jiwa
Bukan jawaban, bukan pula kata
Melainkan tenang yang sederhana
Yang tumbuh di dalam kesadaran kita
Outro
Di antara gaduh dan sunyi kehidupan
Aku belajar satu pelan-pelan:
Bertahan dengan hati yang tenang
Adalah keberanian yang paling dalam.
Jika Anda mau, saya juga bisa membuat versi yang lebih “lagu Ambon / pop puitis timur” yang biasanya lebih emosional, dengan metafora laut, angin, dan senja—yang sangat kuat secara rasa untuk dijadikan lagu.
0 comments:
Posting Komentar