[17/3 07.16] Sitnah Aisyah Marasabessy: "Beda Frekuensi", 12032026
*Silence hears all, but agreement is another choice.* Sitnah Aisyah
DIAM bukan selalu tanda setuju, dan MENERIMA pendapat orang lain tidak selalu berarti mengikutinya. Dalam banyak hal, kita bisa memilih mendengar dengan TENANG tanpa merasa perlu membenarkan atau menolak secara TERBUKA. Ketika frekuensi PEMIKIRAN sudah beda, maka Diam itu jadi AIR agar kita tak 'terbakar', bukan menyerah pada pandangan yang TIDAK DIYAKINI. Mendengar itu berarti kita menghargai, tetapi mengikuti adalah KEPUTUSAN yang lahir dari keyakinan pribadi. Ada saat di mana kita membiarkan pendapat orang lain lewat seperti angin: kita dengar, kita pahami, namun kita tetap BERDIRI pada pijakan pikiran, PRINSIP kita sendiri.
Di atas talam menaruh cemeti
Ada teri dicampur dengan terasi
Aku diam bukan karena tak enak hati
Tapi sori, itu karena kita beda freksensi
SinahAisyah.blogspot.com
[25/3 21.37] Sitnah Aisyah Marasabessy: Mode 'Lepaskan'
Giving is hardest when pain still quietly remains - Sitnah Aisyah
MEMBERI itu tak mudah dalam keadaan sempit. Terlebih lagi ketika yang diberi itu adalah orang yang pernah mengabaikan kita, secara Fisik dan Psikis. Di titik ini, kita diuji dalam diam: apakah memilih mem-BALAS dengan dendam, DIAM tanpa kata, me-MAAF-kan dengan lapang, atau berusaha melupakan meski luka dan lupa elum sepenuhnya reda. Tidak semua orang mampu sampai pada tahap ikhlas, karena setiap luka punya cerita dan kedalamannya sendiri. Namun, justru di situlah letak kemuliaan jiwa—ketika seseorang tetap memilih memberi, bukan karena lupa akan sakitnya, tetapi karena ingin sembuh tanpa membawa beban kebencian.
Beda Frekuensi, 12032026


0 comments:
Posting Komentar